Rabu, 14 Februari 2018

Kamu punya beribu ruang yang mendekat kian hari.
Kamu bisa singgahi satu per satu.
Kamu bisa pula tinggalkan satu per satu.
Lalu apa kamu bahagia?



.....

Suatu hari saya masuk dalam lorong yang kotor.
Bertemu pemuda.
Dia tidak tinggi, tidak pula pendek.
Dia menyapa saya, mendekat, dan tersenyum.

Kamu bisa lihat mata tajamnya yang langsung menusuk tepat dijantungmu.
Kamu bisa lihat rahang besarnya yang gigih.
Atau kamu bisa lihat dagunya yang terbelah mempesona mata.

Pemuda itu dengan keras kepala membersihkan lorongnya.
Banyak jamur dilantainya, hingga kerak berlapis lapis menumpuk.



Minggu, 28 Januari 2018

Pagi yang tabu,
Maaf yang menjadi nadi.


Saya cari ribuan pintu yang menuju kamu. Saya telusuri lorong panjang setelahnya.
Ribuan kali saya kecewa. Saya salah. Berkali saya temui bayangan yang sekelebat pergi.


Bukan, bukan kamu.
Saya mencari kamu, tapi bukan kamu yang saya temui. 

Jumat, 23 September 2016

Bisa saya lantangkan doa saya agar semua simetris,
Berjalan dalam rotasi
Membentuk pola yang sudah saya rancang
Menanggalkan asa untuk kembali jatuh


???

Kamis, 22 September 2016

Apa yang paling aku cinta disetiap tetes hujan menyentuh bumi?
Di setiap raungan petir yang menggema di gendang telingaku.
Bau tanah hangat menyeruput penciumanku
Perlahan ku turunkan kedua kelopak mataku.
merekahlah kau, sudut simpul.


Minggu, 28 Agustus 2016

Malam ini untuk segala doa yang terlampir dalam setiap sujud.
Sudah berapa kali aku pikir dia, dia, dan dia adalah jodohku.
Diakhir mereka menjadi debu dalam setiap arsip yang aku sembunyikan.
Yang akan aku lupakan---pura-pura aku lupakan.


Selasa, 10 Mei 2016

Pekat di Selasa malam.
Saya sudahi segalanya.

Segala harapan yang saya tahu akan menjadi kecewa yang nyata. Cepat atau lambat. Miris.

Rasanya sepi, meski dia yang lima bulan lalu berbicara rindu kembali. Tapi apa saya rindu kamu juga?
Tentu, tidak.

Sepi.

Sepi yang begitu pekat.

Begitu dalam.





Tembok saya hancur, saya butuh teman.


Bukan lagi dia. Segala perasaan saya telah menjadi arsip atas nama kamu.
Bukan juga kamu yang tersangka menjadi kecewa.

Saya butuh teman.



Sepi.












Minggu, 24 April 2016

Im in deep shit.

BOOM!!!


Minggu biru saat aku tahu rindu bisa semenohok dada seperti ini.
Diam-diam ku buka perbincangan 3 bulan lalu, saat kamu bergabung dengan ratusan ribu penduduk Jakarta sebagai pencari kerja.
Tanpa sekat, aku terima segalanya tentang kamu.
Sayang tak juga kamu hadir dengan jelas.

Aku rindu di minggu yang sendu.
apa magismu terlalu kuat, sampai aku bertahan di minggu ketiga untuk rindu yang tidak jua digenapkan dan dijelaskan.