Jangan lagi pasang tamengmu. Sebab aku dan kamu adalah sama.
Kamis, 16 Mei 2013
Rabu, 08 Mei 2013
runaway.
Kalau menulis itu adalah sebuah nada dalam alat musikmu. Kali ini aku telah kehilangan banyak nada. Aku lupa caranya memainkan nada yang kamu ajarkan. Seperti kamu yang melupakan perasaan perempuan setipis kulit ari-mu sendiri. Seperti kamu yang lupa, kalau satu-satunya inspirasiku adalah kamu. Seperti kamu yang lupa barangkali bahagia itu tidak lagi nyata. Seperti kamu yang juga lupa, sekarang aku mengenggam tanganmu bukan yang lain.
Aku berusaha mencari tahu bagaimana dirimu. Apa yang dulu kamu takut-takutkan yang seiring waktu semakin bertambah parah, emosi. Bagaimana yang kau sebut-sebut tak berwujud itu bisa melupakan segalanya. Bagaimana ia bisa begitu saja melukaiku pada bagian-bagian yang selama ini kau coba jaga, hatiku. Bagaimana bisa kamu yang sekarang selemah ini? selemah ini memberikanku pada emosi yang kau rasakan, yang bahkan 5 menit kemudian bisa kau sesalkan. Aku nyeri membayangkan segalanya menimpaku, tapi aku lebih nyeri lagi jika aku yang akan melihatmu di posisiku.
Aku sering lihat banyak kata-kata seperti "kalau hanya kamu yang bertahan, sedangkan dia tidak, untung apalagi kamu bertahan". Apa kita seperti itu? tidak kan? aku juga yakin kamu akan memperjuangkanku. Entahlah, aku tak pernah berada di posisimu, tapi ku rasa sangat-amat-berat.
Perlahan tinta-tinta warna kita memudar. Kamu tahu artinya? ya. kita perlu membeli yang baru. Kita buat banyak warna lainnya kedepan dan kamu tahu, seharusnya kita sudah melupakan yang lalu sejak lama.
Aku tahu kamu hanya mengujiku.
Kalau waktu bisa berbicara, ia pasti akan mengintrogasimu terus menerus dengan pertanyaan 'kapan ujian untukku berakhir' dan kamu akan kepusingan mendengar ocehannnya. hehe
Langganan:
Postingan (Atom)