Akan ku awali semua dengan kata 'hai', cukupkah bagimu?
Segala yang ditinggalkan nanti akan kembali ke rumahnya, seperti aku, kembali kesini, ke duniaku. Sudah berapa lama aku mengabaikanmu? sibuk menarik perahu-perahu kecil untuk singgah di dermagaku. Hasilnya? kamu bisa lihat, masih saja kosong. Setelah dia, ku kira tidak akan adalagi yang perlahan-lahan memasuki lorong sempit di hati. Sudah berapa banyak yang berhasil menginjak lantai berwarna gelapku? tentu mereka belum sehebat kamu untuk berada di puncak. Tapi, jangan kira kamu hebat sekali, karena aku sudah berhasil pula melupakanmu!
Jatuh cinta adalah ketakutanku untuk kecewa--lagi.
Laki-laki perantau itu berhasil membuat segala-galanya berbeda. Aku mendapati cemas ketika malam itu ia pamit untuk ke puncak Lawu. Aku rasakan rindu yang kosong. Kamu di puncak Lawu, apa kamu rasakan sepertiku?
Aku telah jatuh cinta, mungkin. Ku kira hanya dalam FTV, saat 2 orang manusia jatuh cinta hanya lewat medsos. Dan 3 bulan lagi, beri aku seutuhnya kejujuran kamu, karena aku telah jatuh cinta.
Harus berapa kali lagi aku mencoba menemukanmu, laki-laki baik.
Dan bisa kau tebak, aku gagal lagi untuk membuka hati. Untuk laki-laki perantau--kenapa kau hadirkan ragu, sesulit itukah menaruh percaya untuk 2 insan yang terhalang jarak. Terimakasih untuk berdiri di puncak Lawu dan berfoto menggenggam kertas bertuliskan salam untukku--darimu, ketinggian 3625 mDpl.
Selanjutnya siapa lagi, kamu?