Sabtu, 27 Juli 2013
Kamu seperti menjauhiku. Tubuh tinggimu tak lagi bisa tertangkap korneaku. Ku rasa minus pada mataku bertambah, sehingga tak jelas lagi rupamu dalam bola mataku. Sudah ku usap pelan 3x mataku, sampai bagian putih dalam bola mataku berubah kemerahan, tapi sumpah aku tak bisa melihatmu disamping, depan, maupun di dekatku. Kemana kamu? Jangan menjauhiku, aku sudah cukup lelah memaksamu kembali mencintaiku. Aku ngilu dengan kata-kata cinta, ku rasa akan berat. Tapi, aku yakin, aku mencintaimu. Meski aku tak pernah tahu bagaimana cinta bisa 360 derajat merubahku akanmu. Tak juga setelah 2 tahun lebih aku menemukan alasan, bagaimana aku bertahan denganmu, sebab penyair bilang, kalau cinta maka kamu tak perlu alasan. Ku rasa aku begitu. Bukan, bukan sekedar ikut-ikutan petinggi syair, tapi sungguh percayalah, kalau kau tulus maka kau tak akan menemukan alasan. Jangan terlalu jauh lari, aku takut tak bisa lagi menyeimbangkan langkahmu. Di sampingmu. Langkahku pelan, 2x langkahmu. Seimbangkan aku disampingmu, untuk aku tahu, cinta itu perlu menyeimbangkan. Sebab aku menulis ini tanpa ku pikir, apa alasan aku menulis ini, maka dari itu percayalah aku mencintaimu.
Langganan:
Postingan (Atom)