Minggu, 08 Juli 2012

Surat di Blog ini milikmu, Bu.

Ibu. Sudah berapa lama kita tak berjejal cerita? aku sudah dewasa? kalau iya, aku benci dewasa! mencipta jarak di-satu atap seperti sekarang. Bu, aku ingin bersandar di pangkuanmu lagi, ingin memotong-motong sayuran di dapur bersamamu, yang paling terindu, sisiran lembutmu di rambut panjang hitamku.
Bu, apa dewasa itu menahan tangis di depanmu? apa dewasa itu mengurung diri seharian di kamar sempitku? apa dewasa itu menyakitkan bu?
Surat di blog ini milik Ibu.
Bu, aku sudah 17 th. Bisakah ku tentukan arahku sendiri? Bisakah kau tidak lagi menghubungiku saat petang mulai berganti menjadi malam dan aku belum di atap yang sama denganmu? Bisakah kau tak perlu menanyai aku akan pulang dengan siapa nanti malam? bisakah bu? Tidak. Aku yakin ibu akan menjawab itu.
Bu, aku perimu, peri kecil yang sudah dewasa, peri kecil yang mulai bisa berbual, yang mulai bertentangan, yang mulai membuatmu menangis di setiap doamu.
Maaf...Maafkan untuk gejolak jantungmu yang mulai berdebar kencang di setiap bentakku.
Maaf..Aku bukan pemijat handal saat tubuhmu mulai pegal menanggung beban hari ini.
Maaf..Aku bukan empunya otak yang cerdas agar menjadi juara kelas setiap tahunnya.

Ibu, dariku, si Bungsu.