Selasa, 29 Oktober 2013

Heartbreak Warfare.

Heartbreak warfare. 
Bisa kau bayangkan kata tersebut? apa aku harus maju untuk cinta yang 3 minggu kemarin begitu indahnya. Apa aku harus maju untuk kamu yang begitu rahasianya mendapati sisa-sisa perasaan yang lalu. Apa aku harus maju, lalu mendapati hatiku yang kian lama menyebutmu cinta. Apa aku harus maju demi kamu. Demi kamu seseorang yang asing untukku, yang perlahan-lahan membangun tahtanya di pikiranku. Meluaskan meganya hingga aku jatuh dalam waktu yang sempit. Mengukir siluet yang kian lama hadir sejengkal di belakangku. Apa aku harus maju....

Demi Tuhan aku belum sebahagia ini jika kamu tak hadir. Tak menjangkau ruang yang ada di hatiku.


Kamis, 24 Oktober 2013

"Bagaimana bisa kamu disampingku tapi begitu lekatnya pula sepi denganku"

Sabtu, 19 Oktober 2013

Jauh-jauh aku melupakan, tapi bagaimana bisa aku dihadapkan dengan sebuah pilihan yang begitu membelakangi satu sama lain.
Jauh-jauh aku berlari, tapi bagaimana bisa aku tertimpa runtuhan kelam kembali.

Kamu tahu, aku bercerita dengan iringan lagu. Sampai detik ini, aku tidak pula tahu, bagaimana sebuah lagu bisa begitu menyindirku sedalam ini. Bisa sampai menerjunkan beberapa tetes air mata yang entah karena apa dan kemudian ada segelintir kehangatan yang lewat, menembus rongga-rongga dadaku. 
Aku me-replay berkali-kali lagu ini. Entah untuk apalagi, barangkali kamu sudah muak denganku. Tapi aku tak pula lupa akan janji yang begitu dinginnya sampai ke hatiku-janjimu. Aku tak akan lupa bagaimana kamu berjanji pula akan menggenapkan itu padaku. 

Bagaimana bisa kamu cinta-melepaskan? 

Dan aku terlalu dini untuk berkata kamu-cinta. Aku adalah asa masalalu yang kebetulan hadir di depan matamu. Aku adalah sisa bayang masalalumu yang kamu tuduhkan mirip denganku. Dan lagi-lagi aku menilai terlalu dini, untuk kamu menyayangiku.

Lalu saat kamu tahu aku ada, kemana tatapanmu?

Segala-galanya benci adalah aku yang kamu hindarkan. Yang kamu paksa jauhkan. Aku tak bisa menilai bagaimana perasaan begitu sulit untuk kita. Aku tak memilihmu. Aku juga tak pula menjauhkanmu. 
Dan kamu membunuhku dari tatapanmu, ketika aku menatapmu. Ketika aku sengaja mencari-apakah aku masih ada, dalam sepasang matamu.

Jika kamu memaksaku, aku akan memelukmu, kemarin.

Mereka berkata, aku adalah usaha-usaha yang dihadirkan. Sejak saat itu, kamu diam. Entahlah aku tak mengerti apa maksudnya, aku hanya hanyut menilai-siapa yang mengusahakanku. Maaf kalau cinta begitu ku persulit. Sebab kecewa akan hadir, aku memilih untuk merantai hati.

Dan kini aku dipeluknya.

Apa yang kamu nilai?

Apa yang kamu pikirkan, kalau masih banyak wanita lainnya, katamu.





E   D#m     G#       C#m        A  B 


  E   D#m      G#          C#m          F# 


  F#m                G#m 


     A                B 


  F#m                G#m 


  A                 B 



[chorus] 
E      B  

D           C#          F#m     G#m


 Am            B          G#m        C#m 


       F#                          B 


E      B  

D         C#          F#m     G#m




[intro] E D#m G# C#m A B 


  F#m                G#m 


  A                 B 


[outro] E A E A