Sabtu, 28 September 2013

Runaway.
Sampai detik ini aku membiarkan seluruh bagian dari pikiranku berlayar. Entah angin akan membawaku kemana, aku sudah tak mau mengguruinya.
Percayalah hati, aku sudah nikmati sakit hati yang menjurus ke sakit jiwa.
Aku sudah kelopeki jari-jariku sampai ia mengeluarkan cairan merah segar, supaya kamu tahu, aku begitu jatuh cintanya-padamu.
aku sudah bersujud di lututmu supaya kamu tetap memilihku.
aku sudah berteriak supaya orang tahu, aku mencintaimu.
aku sudah tak peduli apa aku obsesi atau ini cinta yang sejadi-jadinya.

Bisakah kau diam, aku hanya ingin bertamu pada rindu-entah tahun keberapa-yang telah lama tak kita kunjungi.
Sejengkal saja dariku. Tapi kamu masih dengan sigap membagi harapan untuk si jalang-si munafik berlatarbelakang malaikat.
Dan lagi-lagi aku tak terlalu pintar membacanya, aku tak terlalu pintar melewati dengkinya pelukmu.

Ku biarkan hatiku kini berlayar. Entah kemana angin akan membawaku.
Akan ku lepaskan,
Akan ku biarkan,
Dan kini hatiku berlabuh, di pulau sepi. Dimana aku adalah penghuni pertamanya.