Selasa, 10 Mei 2016

Pekat di Selasa malam.
Saya sudahi segalanya.

Segala harapan yang saya tahu akan menjadi kecewa yang nyata. Cepat atau lambat. Miris.

Rasanya sepi, meski dia yang lima bulan lalu berbicara rindu kembali. Tapi apa saya rindu kamu juga?
Tentu, tidak.

Sepi.

Sepi yang begitu pekat.

Begitu dalam.





Tembok saya hancur, saya butuh teman.


Bukan lagi dia. Segala perasaan saya telah menjadi arsip atas nama kamu.
Bukan juga kamu yang tersangka menjadi kecewa.

Saya butuh teman.



Sepi.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar