Minggu, 28 Agustus 2016

Malam ini untuk segala doa yang terlampir dalam setiap sujud.
Sudah berapa kali aku pikir dia, dia, dan dia adalah jodohku.
Diakhir mereka menjadi debu dalam setiap arsip yang aku sembunyikan.
Yang akan aku lupakan---pura-pura aku lupakan.


Selasa, 10 Mei 2016

Pekat di Selasa malam.
Saya sudahi segalanya.

Segala harapan yang saya tahu akan menjadi kecewa yang nyata. Cepat atau lambat. Miris.

Rasanya sepi, meski dia yang lima bulan lalu berbicara rindu kembali. Tapi apa saya rindu kamu juga?
Tentu, tidak.

Sepi.

Sepi yang begitu pekat.

Begitu dalam.





Tembok saya hancur, saya butuh teman.


Bukan lagi dia. Segala perasaan saya telah menjadi arsip atas nama kamu.
Bukan juga kamu yang tersangka menjadi kecewa.

Saya butuh teman.



Sepi.












Minggu, 24 April 2016

Im in deep shit.

BOOM!!!


Minggu biru saat aku tahu rindu bisa semenohok dada seperti ini.
Diam-diam ku buka perbincangan 3 bulan lalu, saat kamu bergabung dengan ratusan ribu penduduk Jakarta sebagai pencari kerja.
Tanpa sekat, aku terima segalanya tentang kamu.
Sayang tak juga kamu hadir dengan jelas.

Aku rindu di minggu yang sendu.
apa magismu terlalu kuat, sampai aku bertahan di minggu ketiga untuk rindu yang tidak jua digenapkan dan dijelaskan.

Minggu, 03 April 2016

Dan di titik ini kakiku jauh terlalu melangkah.
Perasaanku sehambar ini.
Sejatuh ini,
Masih harus ku bersyukur?

Bisa kamu bayangkan seberapa dewasanya aku semenjak mengenalmu?
Sampai ketika dalam hitungan minggu semua menyerangku.
Satu per satu mereka menatapku, siap mencabik tubuhku. Termasuk kamu.

Jangan buta karena aku cinta kamu.
Dan jangan buta karena kamu cinta dia yang berbeda bangsa.

Aku tidak punya permainan untuk dimainkan.
Dan aku terjebak dalam permainan, entah punya siapa.
Punya kamu dan dia. Dia dan pacarnya. Kamu , dia dan pacarnya atau memang kalian semua yang tidak pernah selesai.
Rasanya sepi. Aku tidak punya teman satupun. Aku jalan sendiri. Dan aku kalah, tanpa aku sempat baca aturan permainan itu.


Seakan semua sudah tahu perbedaan tidak akan indah. Cuma si pemimpi selalu jatuh cinta dengan buta.




Pukul 07.30 , senin pagi. Perih mataku menyipit matahari.
Sudah berapa lama aku tinggalkan Tuhan?
Pantas, Ia mulai protes dengan caranya.
Aku rindu sujud, sejujurnya.





Apa pernah aku selintas ada di mimpimu?
Dan kamu selalu di mimpiku, sebab aku pemimpi.





Terimakasih penyanyi, lagu kamu masuk dalam daftar lagu favorit seumur hidupku. Aku janji.
Terimakasih telah begitu dekat, lalu mengajarkan untuk dewasa dan perlahan pergi.
Dan ucapan terimakasih di tugas akhirku, untuk si penyanyi.











Pamit. Apa itu kesimpulan dari segala-galanya?












Btw, aku suka sekali chicken phong!

Sudah Waktunya

Saat ku pikir perbedaan akan menyatu. Tuhan begitu adil. Begitu nyata di hadapanku. Rengkuhnya begitu hangat, saat laki-laki itu bilang, dunia kita berbeda.

Apa hal terberat dalam hidupmu? apa sudah biasa membuai perempuan dengan perbedaan umur 4 tahun dibawahmu? atau ditinggal menikah dengan mantan kekasihmu?

Sebelumnya, aku tidak tahu kalau perbedaan begitu nyata di kehidupan. 

Saat kamu mengetuk dengan acuh pintuku. Aku begitu polos mulai membuka pintuku. Tanpaku tengok dari jendela siapa yang mengetuknya. 

Kan ku buka.......
Lebih dari dia-dia-dia yang dulu hadir.


Perbedaan itu nyata, saat dia bilang "aku usaha, kamu juga usaha, kita usaha.."

Nyata. Sangat nyata. Dan si bodoh percaya, itu tidak akan sia-sia.




Apa kalian percaya humble love? 
Aku pernah membaca dalam novel saat duduk di bangku SMA. Iya, dalam novel. 

Perbedaan itu nyata, saat dia bilang "kamutuh humble love, gak kaya sebelum-sebelumnya itu cuma fancy love di hidupku"





Bulan ke 4 di tahun monyet api. Pernah kalian kecewa sampai tidak bisa menangis? si bodoh lagi di posisi itu.

Jatuh terlalu dalam. Terlalu jauh melangkah. Melewati garis perbedaan.






soon.

Rabu, 16 Maret 2016

Kali ini aku mendarat dimana..

Siapa selanjutnya yang akan menghancurkan tahun monyet apiku kali ini?

Jumat, 26 Februari 2016

Sudah seberapa jauh aku berlari?


Bulan kedua di tahun monyet api. Ku kira, aku sudah jauh sekali meninggalkan hari pergantian tahun lalu.