Minggu, 03 April 2016

Dan di titik ini kakiku jauh terlalu melangkah.
Perasaanku sehambar ini.
Sejatuh ini,
Masih harus ku bersyukur?

Bisa kamu bayangkan seberapa dewasanya aku semenjak mengenalmu?
Sampai ketika dalam hitungan minggu semua menyerangku.
Satu per satu mereka menatapku, siap mencabik tubuhku. Termasuk kamu.

Jangan buta karena aku cinta kamu.
Dan jangan buta karena kamu cinta dia yang berbeda bangsa.

Aku tidak punya permainan untuk dimainkan.
Dan aku terjebak dalam permainan, entah punya siapa.
Punya kamu dan dia. Dia dan pacarnya. Kamu , dia dan pacarnya atau memang kalian semua yang tidak pernah selesai.
Rasanya sepi. Aku tidak punya teman satupun. Aku jalan sendiri. Dan aku kalah, tanpa aku sempat baca aturan permainan itu.


Seakan semua sudah tahu perbedaan tidak akan indah. Cuma si pemimpi selalu jatuh cinta dengan buta.




Pukul 07.30 , senin pagi. Perih mataku menyipit matahari.
Sudah berapa lama aku tinggalkan Tuhan?
Pantas, Ia mulai protes dengan caranya.
Aku rindu sujud, sejujurnya.





Apa pernah aku selintas ada di mimpimu?
Dan kamu selalu di mimpiku, sebab aku pemimpi.





Terimakasih penyanyi, lagu kamu masuk dalam daftar lagu favorit seumur hidupku. Aku janji.
Terimakasih telah begitu dekat, lalu mengajarkan untuk dewasa dan perlahan pergi.
Dan ucapan terimakasih di tugas akhirku, untuk si penyanyi.











Pamit. Apa itu kesimpulan dari segala-galanya?












Btw, aku suka sekali chicken phong!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar