Sabtu, 11 Januari 2014

Demi jiwa yang sakit, untuk kembali ke dalam tulisan. Ku kira kamu seabadinya lovestory yang pernah ku baca. Ku kira kamu adalah bangunan kepercayaan lagi. Kamu.....kamu adalah hal yang tepat, pilihan yang aku raih di dermaga sepi dan gelap. Lalu kenapa aku kembali kesini. Seharusnya kamu bisa tahu. Aku mulai meragukan kembali semuanya. Aku mulai tidur bersama fajar yang mulai terbit. Mulai memutar otak bagaimana amnesia bisa tiba-tiba saja ada di tubuhku. Bagaimana kontraksi berpikir terlalu keras tidak akan berpengaruh lagi pada tubuhku.

Sekarang bisa kamu tebak perasaanku? dan jawabanku akan selalu tidak. Kamu hal terjauh yang ku kira akan bisa menebak perasaanku. Senang. Sedih. Bosan. Sayang. Bahkan, cinta. Walau secara jelas aku ada di depanmu dengan mata berair. Dan kamu akan tetap bertanya 'kenapa'.

Menulis adalah kisaran langkah terjauhku akan gelap, tentu selain meminum gelasan kopi perhari. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar