Bisa kau bayangkan kata tersebut? apa aku harus maju untuk cinta yang 3 minggu kemarin begitu indahnya. Apa aku harus maju untuk kamu yang begitu rahasianya mendapati sisa-sisa perasaan yang lalu. Apa aku harus maju, lalu mendapati hatiku yang kian lama menyebutmu cinta. Apa aku harus maju demi kamu. Demi kamu seseorang yang asing untukku, yang perlahan-lahan membangun tahtanya di pikiranku. Meluaskan meganya hingga aku jatuh dalam waktu yang sempit. Mengukir siluet yang kian lama hadir sejengkal di belakangku. Apa aku harus maju....
Demi Tuhan aku belum sebahagia ini jika kamu tak hadir. Tak menjangkau ruang yang ada di hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar