Rabu, 16 Maret 2016

Kali ini aku mendarat dimana..

Siapa selanjutnya yang akan menghancurkan tahun monyet apiku kali ini?

Jumat, 26 Februari 2016

Sudah seberapa jauh aku berlari?


Bulan kedua di tahun monyet api. Ku kira, aku sudah jauh sekali meninggalkan hari pergantian tahun lalu.


Senin, 18 Januari 2016

Ku kira aku bisa sekuat beton penyangga tiang.


Malam pertengahan bulan Januari. Perlahan-lahan kesepian merobek-robek asa. Mewakili setiap detik yang terpojokkan. Menghina rindu yang terwakili gengsi, atau memuji kebebasan yang memberi sekat kalimat putus.


Minggu, 17 Januari 2016

Kopi pertama di Januari. 

Ini Januari kedua, setelah aku yakini, tahun baru bukan sebuah berkah untukku. 

"Bisa ku lewati ribuan Januari dengan orang yang sama?"
Pertanyaan yang akhirnya aku yakini untuk Tuhan jawab.

Pagi ini, hanya hati kosong yang hadir, ditemani segelas kopi yang ampasnya mulai terasa manis---bagiku. Tidak ada sejengkal sedih atau segumpal sesal. Semua terlalu naif, saat 2 orang mulai menarik diri dari suatu ikatan. Berpura-pura sakit hati sampai mata sembab terlihat esok paginya. Dan beberapa jam kemudian ia bisa saja mencumbu orang lain dengan mata tertutup. 

'Bisa ku temukan jodohku lebih awal?'
Pertanyaan tolol yang aku selipkan di sujudku, akhirnya.









Rabu, 28 Oktober 2015

Oktober di pagi hari.
rasanya aku mimpi buruk tadi malam. begitu nyata. hingga saat aku bangun dadaku terasa begitu lapang. ternyata ada lubang yang menganga dan nyata.

tadi malam ada apa?
aku berusaha keras mengingatnya, tapi yang ku ingat hanya jurang saat aku  jatuh tadi malam,. begitu tinggi..aku ketakutan sekali malam itu..menangis, mungkin itu sebabnya pagi ini mataku sulit terbuka, 

samar-samar ku lihat bayangan seorang pria, ternyata kamu. tenang sekali...kita mengobrol, sesekali ku genggam tanganmu begitu erat, tapi kenapa kita kesini, sayang? mungkin aku lupa cerita bahwa aku takut ketinggian. sudahlah ku pikir ada kamu. 

sepi sekali, hanya kita berdua di tempat setinggi ini, 

malam ini wajahmu begitu kikuk, apa kamu juga takut tinggi, sayang?

lelah sekali malam ini, sampai aku tertidur di pangkuan kamu. aku tahu, ditempat setinggi apapun aku begitu percaya dengan kamu. begitu hangat. hangat sekali.....


lalu kenapa tiba tiba dingin ini menusuk, bahkan sampai tulang. sepersekian meter tubuhku sudah mulai menjatuhkan diri ke jurang. dingin fah, nganganya sudah mulai terbuka, semakin besar....








Senin, 24 Agustus 2015

Teruntuk........ Sukses sekali memutar otakku!

Kamu yang megah membangun kerajaan mimpi masa depan di kepalaku.
Satu per satu doa ku gantung dan ku selipkan namamu, lalu di setiap detiknya-aku percaya-Tuhan akan menggenapkannya. 
Kamu dengan sederhana memposana emosi menjadi rintih. Mengkikis karang egois dengan ombak dingin. Mengubah hujan menjadi pelangi. Meniadakan gelap,  agar aku bisa menyebutmu, cahaya.
Terimakasih sudah berani mencampuri hidupku untuk kembali bermimpi.
Terimakasih sudah menjadi kotak kosong, lalu mengisinya dengan kesetiaan.
Ku kira perpisahan hanya dalam pikiran. Segala sakit yang menyogok hati. Aku cinta kamu!

Kamis, 13 Agustus 2015

Sekarang sudah ribuan kilometer perjalanan ini. Masih akan kutemukan kah bahwa perubahan akan selalu ada di setiap aku jatuh cinta.
di bulan pertama atau di tahun pertama. masih ku ingat saat mimpi ratusan kali lebih indah dari kenyataan,

apa aku memasuki fase ini?