Ku kira aku bisa sekuat beton penyangga tiang.
Malam pertengahan bulan Januari. Perlahan-lahan kesepian merobek-robek asa. Mewakili setiap detik yang terpojokkan. Menghina rindu yang terwakili gengsi, atau memuji kebebasan yang memberi sekat kalimat putus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar