Apa kabar kamu yang memeluk rindu bulan lain?
Apa ada yang ingin kamu beritahu, sebelum aku tahu, kamu adalah kumpulan janji yang tak akan di genapkan. Kumpulan janji yang ku pegang atas nama kepercayaan. Kumpulan janji yang diterima oleh telingaku dari bibirmu. Kumpulan janji yang hanya melayang-layang di udara tanpa pernah kamu tangkap. Kumpulan janji yang aku tahu akan seperti ini...kecewa.
Apa lagi yang kamu sembunyikan, sayang?
Semua seperti mengasingkan bagiku. Aku terpojokan mengertimu atau menyalahkanmu. Tameng apa lagi yang akan kamu kenakan. Aku sudah hapal kemana kamu mengacu, sudah hapal kamu harus belok ke kanan atau ke kiri, bahkan lurus. Tapi masih saja sama, aku belum mengerti, Tuhan.
Kalau kamu baca sekian lembar post ini, aku hanya ingin kamu tahu, sesakit apa di tinggalkan untuk segalanya yang kamu terbangkan, dan kemudian jatuh begitu saja. Tanpa ada kerusakan atau alasan. Kamu lepas kendalinya, kamu buang jauh, dengan aku yang masih belum jelas akan jatuh di tempat seperti apa-atau mati.
Kalau kamu baca post ini, aku ingin kamu tahu, hidup tak sesulit mengerjakan matematika ekonomi di kelas perkualihan kita. Hidup hanya perlu kamu dekatkan dengan kebahagiaan, sama seperti 3 bulanku kemarin, dealova.
Boleh aku bersujud lama sekali agar Tuhan menjabah doaku? aku harap ini mimpi.
Apa aku harus berdoa dengan lantang agar doaku tak terselip mereka-mereka di dunia.
Bisa ku rapatkan kedua tanganku erat-erat, agar pemberian Tuhan atas doaku tak lari.
Sayang, kamu selalu bilang "pacarku gak manja", apa ini cara kamu mengujiku?
Kamu selalu bilang aku kuat, apa ini cara kamu mengujiku?
Kamu selalu bilang aku baik, apa ini cara kamu lagi-lagi mengujiku?
Bagaimana nilaiku?..........aku harap ini mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar