Rabu, 28 Oktober 2015

Oktober di pagi hari.
rasanya aku mimpi buruk tadi malam. begitu nyata. hingga saat aku bangun dadaku terasa begitu lapang. ternyata ada lubang yang menganga dan nyata.

tadi malam ada apa?
aku berusaha keras mengingatnya, tapi yang ku ingat hanya jurang saat aku  jatuh tadi malam,. begitu tinggi..aku ketakutan sekali malam itu..menangis, mungkin itu sebabnya pagi ini mataku sulit terbuka, 

samar-samar ku lihat bayangan seorang pria, ternyata kamu. tenang sekali...kita mengobrol, sesekali ku genggam tanganmu begitu erat, tapi kenapa kita kesini, sayang? mungkin aku lupa cerita bahwa aku takut ketinggian. sudahlah ku pikir ada kamu. 

sepi sekali, hanya kita berdua di tempat setinggi ini, 

malam ini wajahmu begitu kikuk, apa kamu juga takut tinggi, sayang?

lelah sekali malam ini, sampai aku tertidur di pangkuan kamu. aku tahu, ditempat setinggi apapun aku begitu percaya dengan kamu. begitu hangat. hangat sekali.....


lalu kenapa tiba tiba dingin ini menusuk, bahkan sampai tulang. sepersekian meter tubuhku sudah mulai menjatuhkan diri ke jurang. dingin fah, nganganya sudah mulai terbuka, semakin besar....








Senin, 24 Agustus 2015

Teruntuk........ Sukses sekali memutar otakku!

Kamu yang megah membangun kerajaan mimpi masa depan di kepalaku.
Satu per satu doa ku gantung dan ku selipkan namamu, lalu di setiap detiknya-aku percaya-Tuhan akan menggenapkannya. 
Kamu dengan sederhana memposana emosi menjadi rintih. Mengkikis karang egois dengan ombak dingin. Mengubah hujan menjadi pelangi. Meniadakan gelap,  agar aku bisa menyebutmu, cahaya.
Terimakasih sudah berani mencampuri hidupku untuk kembali bermimpi.
Terimakasih sudah menjadi kotak kosong, lalu mengisinya dengan kesetiaan.
Ku kira perpisahan hanya dalam pikiran. Segala sakit yang menyogok hati. Aku cinta kamu!

Kamis, 13 Agustus 2015

Sekarang sudah ribuan kilometer perjalanan ini. Masih akan kutemukan kah bahwa perubahan akan selalu ada di setiap aku jatuh cinta.
di bulan pertama atau di tahun pertama. masih ku ingat saat mimpi ratusan kali lebih indah dari kenyataan,

apa aku memasuki fase ini?


Minggu, 24 Agustus 2014

Demi dewi malam yang pergi. Aku terduduk bersama gelap dan lara. Berkedok malaikat dan tersenyum manja. Mataku mulai berair-mungkin karena sudah larut. Jangan paksa aku mendengak bergelas-gelas kopi lagi. Mati muda bukan jalanku, Tuan!

Kelak kita sudah muak dengan debat bodoh sang waktu. Di tertawakan masalalu seakan tak mau belajar. Di hujati emosi tanpa pernah sadar kita mulai terluka. Tanpa sadar mulai terbukanya-kamu-aku-untuk saling mencari. Miris.

Pemberhentian terakhir adalah jalan yang perlahan aku mulai cari. Begitu juga kamu ?
***


***


***


***


***


Dan kehilangan perlahan pula menarik-narik kita.







Kamis, 21 Agustus 2014

Karena waktu, saya kembali kesini, kerumah tua yang telah lama tidak saya jamah. Saya seperti mereka, hanya datang saat saya butuh pada kamu. Kali ini, dengan ia yang berbeda.

Ada waktu yang sakit saat ini.
Saya tidak ingin menyesal. Tapi saat saya perbaiki, kenapa kamu mulai menghadapkan tamengmu ke arahku.
Saya ingin lari, jauh-jauh meninggalkan, menguburnya sampai nanah permukaan bumi menghisapnya.
Saya ingin lari.
Saya ingin lari.
Sebab kerangka kepala saya mendadak ingin sekali saya pecahkan. 
Sebab kamu, ia kamu, adalah roda yang berjalan semakin cepat, untuk aku jatuh perlahan, dan membutakan segalanya.

Batu besiku takkan bisa di pecahkan hanya dengan egoisme. Batu besiku adalah candu saat ia mengenakan tempurung kejayaannya-aku tersiksa.

Di dalam sini terus menerus memberontak.
Aku ingin lepas.
Aku jenuh.
Kembali-aku tersiksa.



Dear, 

Waktu takkan bisa merubah kita.
tapi ia bisa membalikkannya.
aku adalah aku.
kamu menjadi aku.






Kamis, 31 Juli 2014

Perubahan adalah kisaran jauh waktu berjalan. Saya rasa, saya ingin menghentikan waktu, biar tak ada hati tergores jika kamu menjadi dingin. 
Saya tak ingin berjalan, sebab jika berjalan, saya akan menemui rumah-rumah baru dengan desaign modern. Serta kamu yang layaknya begitu.

Sabtu, 21 Juni 2014

Entah kamu berpikir aku atau tidak
Segelintir hangat menyapaku 
Rupanya tidak nyata 
Tapi aku ingin bersatu

Apa aku terlihat ceria?
Segalanya untuk kamu
Yang berjago memberiku harapan
Terimalah bumerang

Apa seluruh artinya?
Mengganti macam warna dengan hitam pekat
Tapi kamu tetap tersenyum manja
Merangkul beberapa wanita lenje tak berotak

Mereka bergantian tersenyum
pada kamu
Bersedia di raba diiringi rayumu
Aku muak
Tapi ingin bersatu

Kita sudah sejengkal lagi bertatap mata
Kenapa kamu merindu bunga yang jauh?
Kini bumerang di belakangku
kecuali kamu bersatu denganku

Ketika kau lihat,
Apa mauku?
ingin bersatu
Tapi tanpa merusak taman.






nb: kadang segalanya yang ku tulis hanya sekelewat pikiran tanpa berpikir nyata.